Ibadah Kurban

Daftar Isi

IBADAH KURBAN

Apakah keluarga kalian sudah pernah melaksanakan kurban? Apakah kalian pernah memberikan barang yang paling kalian sukai kepada orang lain? Bagaimanakah perasaanmu? Nah, sekarang kita akan mempelajari ketentuan pelaksanaan kurban.

Pengertian Ibadah Kurban

Secara bahasa, kurban berarti menghampirinya atau mendekatinya. Secara istilah kurban adalah suatu ibadah yang dilakukan dengan menyembelih hewan ternak dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ibadah kurban dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijah tepatnya hari raya Idul Adha dan hari-hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah).

Allah Swt. telah mensyariatkan berkurban sebagimana firman-Nya:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ﴿١﴾ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴿٢﴾ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ ﴿٣﴾

Terjemahnya:
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus." (Q.S. al-Kausar/108: 1-3)

Hukum Melaksanakan Kurban

Hukum dalam melaksanakan kurban adalah sunah muakadah. Sunah muakadah artinya ibadah yang sangat dianjurkan dan hampir mendekati wajib. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Terjemahnya:
"Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami." (HR. Ahmad)

Syarat Berkurban

Dalam melaksanakan ibadah kurban ada beberapa syarat yang harus terpenuhi, yaitu:

  • a. Islam, selain pemeluk Islam tidak diwajibkan berkurban.
  • b. Berakal, seorang yang sehat jasmani dan rohani maka telah diwajibkan melaksanakan ketentuan dalam Islam.
  • c. Balig, artinya sudah dewasa. Orang yang sudah dewasa, mampu membedakan baik dan buruk. Sedangkan anak yang belum balig tidak terkena kewajiban ini.
  • d. Mampu, seorang yang memiliki cukup materi maka dianjurkan melaksanakan kurban.

Syarat Hewan Kurban

Hewan yang akan dijadikan kurban harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:

a. Kurban adalah hewan ternak
Hewan kurban harus berasal dari hewan ternak, seperti kambing, domba, unta, atau sapi.

b. Hewan telah cukup umur
Setiap hewan kurban yang akan disembelih maka harus memenuhi minimal umur, seperti pada kambing berusia lebih 1 tahun, sapi/kerbau minimal 2 tahun, serta unta minimal 5 tahun.

c. Hewan yang tidak cacat
Hewan untuk kurban harus dalam kondisi baik, sehat, gemuk, tidak cacat, tidak buta, dan tidak pincang. Tidak ada aturan dalam jenis kelamin.

Orang yang Berhak Mendapat Daging Kurban

Orang yang berhak mendapatkan daging kurban ada 2 kategori, yang berkurban dan tidak berkurban. Bagi yang berkurban berhak mendapatkan maksimal 1/3, dan yang 2/3 nya dibagikan kepada yang lainnya yang tidak berkurban.

Hikmah Melaksanakan Ibadah Kurban

Pelaksanaan ibadah kurban mengandung banyak hikmah besar dalam kehidupan seorang muslim. Ibadah kurban memberikan kemaslahatan bagi seluruh umat. Beberapa hikmah pelaksanaan kurban adalah:

✅ a. Meneladani Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
✅ b. Sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah Swt.
✅ c. Memberikan manfaat kepada banyak orang.
✅ d. Menghilangkan sifat tamak dan rakus dalam diri.
✅ e. Melatih diri untuk saling berbagi kepada sesama.

Hikmah dalam Kisah: Kisah Pemuda Ahli Surga

Suatu ketika para sahabat duduk bersama Rasulullah saw., kemudian Rasulullah berkata, "Akan ada yang lewat di depan kalian ahli surga." Tak lama kemudian lewatlah pemuda Anshar yang melewati mereka. Salah satu sahabat nabi yaitu Abdullah bin Amru penasaran dengan amalan pemuda Anshar yang menjadikannya ahli surga.

Abdullah Bin Amru meminta untuk menginap di rumah pemuda tersebut untuk mengetahui aktivitasnya. Selama tiga hari sahabat ini tidak menemukan amalan istimewa yang dilakukan pemuda tersebut. Akhirnya Abdullah bin Amru bertanya, "Amalan apa yang membuat Rasulullah mengatakan bahwa kau ahli surga?" Pemuda tersebut menjawab, "Inilah amalanku yang kau lihat sehari-hari, tetapi aku tidak pernah iri dan hasad terhadap orang lain." Mendengar hal tersebut Abdullah bin Amru mengerti maksud Rasulullah saw.

Posting Komentar