Kisah Penyejuk Hati
Kisah Penyejuk Hati
Abdullah Ibnu Mas'ud r.a. pernah berkata, "Tidak patut salah seorang di antara kalian mencintai dirinya melebihi cintanya terhadap Al-Qur'an. Sebab jika ia tidak mencintai Al-Qur'an, itu berarti ia tidak cinta kepada Allah."
Bagitulah kecintaan Abdullah terhadap Al-Qur'an. Beliaulah orang yang pertama berani dengan terang-terangan membaca Al-Qur'an di depan Kakbah. Ia bediri di depan Maqam Ibrahim saat orang-orang Quraisy tengah berkumpul di sekeliling Kakbah. Ia membaca basmallah dan membaca surah ar-Rahman dengan suara lantang. Tak berapa lama orang Quraisy mengerti bahwa ini adalah bacaan yang diajarkan Nabi Muhammad. Mereka pun memukul Abdullah Ibnu Mas'ud. Dalam kondisi sakit Abdullah Ibnu Mas'ud tetap membaca Al-Qur'an.
Begitulah kecintaanya terhadap Al-Qur'an. Begitulah orang-orang yang menyakini janji Allah serta mencintai Rasulullah dan meneladaninya.
Sumber: Mutthia Asma dan Junaidil Anwar, Kisah keteladanan dan Hikmah Terbaik Para sahabat Rasulullah, Yogyakarta: Laksana, 2018
Begitulah kisah hamba Allah yang sangat meyakini janji Allah. Bagaimana dengan kalian?
Allah memerintahkan kepada kita agar mempelajari peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Peristiwa Fathu Makkah merupakan peristiwa bersejarah dalam perjuangan nabi. Peristiwa ini sangat dikenang sebagai bukti bahwa Islam Rahmatan lil alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
Sungguh dua peristiwa agung ini memiliki banyak pesan istimewa bagi siapa saja yang mempelajarinya. Adapun nilai-nilai perilaku terpuji yang bisa dipetik dari kisah tersebut adalah:
Allah dan Rasul-Nya mengajarkan kepada kita agar selalu menepati janji. Orang yang tidak menepati janji tergolong orang munafik. Bila sebuah janji tak ditepati maka akibatnya akan merugikan diri sendiri juga orang lain.
Islam adalah agama yang ramah dan menebarkan kasih sayang. Perilaku ini harus tercermin dalam kebiasaan kalian sehari-hari. Rasulullah memberikan teladan kepada kalian, kepada kita semua. Salah satu contohnya adalah Beliau tetap memberikan kasih sayang kepada seorang pengemis buta meski setiap hari dicaci maki. Bahkan Rasulullah tetap sabar menyuapi makan pengemis tersebut. Begitulah mulianya akhlak Rasulullah.
Ketika peristiwa Fathu Makkah pasukan nabi sangat banyak, namun Nabi Muhammad tidak menunjukkan kesombongannya, tidak menunjukan kehebatannya. Rombongan tetap santun dan menghormati penduduk setempat. Demikianlah akhlak Rasulullah menjadi teladan bagi umatnya. Kalian tidak perlu menunjukkan kekuatan, tinggi hati, apalagi merasa paling bisa. Sungguh ini harus kita jauhi. Tetaplah rendah hati meski memiliki segudang ilmu dan prestasi.
Islam dibangun dengan persaudaraan yang kuat sebagaimana ditunjukkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Mereka tetap bersaudara dengan penduduk Makkah meskipun dipisahkan oleh jarak yang jauh. Kalian juga harus memiliki persaudaraan yang kuat dengan teman.
Dengan diturunkannya Al-Quran Surah al-Maidah ayat 3 sempurnalah Agama Islam. Ayat yang diturunkan di Arafah ini sebagai penutup dan tidak ada lagi ayat yang turun sesudahnya. Al-Qur'an telah lengkap yang berisi petunjuk hidup bagi manusia.
Allah Maha Berkehendak atas makhluk-Nya. Tidak ada satupun makhluk Allah yang bisa mencegah kekuatan Allah. Apa saja yang Allah kehendaki cukup dengan "kun fayakūn". Tidak ada yang bisa memaksa akan kekuasaan Allah. Meskipun sejuta kekuatan dalan diri makhluk pastilah tak mampu menandingi kekuasaan Allah. Peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada membuktikan bahwa kekuasaan Allah di atas segalanya.

Posting Komentar