Ibadah Haji

Daftar Isi

Bulan Zulhijah merupakan bulan yang dicintai oleh Allah. Bulan penuh dengan kemuliaan, terutama pada 10 hari pertama bulan Zulhijah. Ibadah haji dan kurban merupakan ibadah yang paling ditunggu-tunggu umat muslim pada bulan Zulhijah. Pada bulan Zulhijah umat Islam juga merayakan hari besar Idul Adha. Maka Idul Adha biasa juga disebut dengan Idul kurban. Kalian tentunya senang dan gembira menyambut hari raya Idul Adha, mengapa? Karena pada hari raya Idul Adha dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Berikut kita akan mempelajari tentang ibadah haji dan ibadah kurban.

IBADAH HAJI

Apakah pernah ada keluarga atau tetangga kalian yang pergi melaksanakan ibadah haji? Apakah kalian juga ingin berangkat ke tanah suci? Apakah kalian sudah mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji? Tentunya kalian harus mengetahuinya. Nah, untuk itu mari kita pelajari materi berikut ini.

Pengertian Ibadah Haji

Kata Haji berasal dari bahasa Arab حَجًا - يَحج حَجَ yang berarti qoshada, yakni bermaksud atau berkunjung. Jadi melaksanakan ibadah haji berarti datang menziarahi Kakbah dan melakukan serangkaian ibadah sesuai ketentuannya. Setiap umat Islam memimpikan bisa menyempurnakan keislamannya dengan melaksanakan ibadah haji. Tentunya kalian juga, kan?

Dalam pelaksanaan ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat, mental keimanan yang kokoh dan juga harta yang cukup. Perjalanan ke tanah suci Makkah melalui perjalanan yang jauh sehingga membutuhkan biaya yang besar. Dalam pelaksanaannya pun terdiri dari rangkaian ibadah yang membutuhkan tenaga yang besar.

Kewajiban haji bagi seorang muslim adalah sekali seumur hidupnya. Kewajiban ibadah haji ini mulai disyariatkan pada tahun ke 4 Hijriah. Hal ini dijelaskan pada firman Allah:

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ ۝٩٧

Terjemahnya:
Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia.Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. (Q.S. Ali 'Imrān/3:97)

Syarat Wajib Haji

Ada beberapa syarat wajib haji, apabila salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka seseorang belum wajib untuk menunaikan ibadah haji. Syarat wajib haji tersebut adalah sebagai berikut:

a. Islam
Orang yang ingin berhaji haruslah seorang muslim. Jika ada seorang non muslim ingin berhaji maka hajinya tidak diterima sebelum ia masuk Islam.
b. Balig
Balig artinya sudah dewasa. Orang yang sudah dewasa mampu membedakan baik dan buruk. Anak yang belum balig tidak diwajibkan melaksanakan ibadah haji.
c. Berakal
Orang yang tidak berakal atau orang gila tidak terkena kewajiban haji. Karena ibadah haji harus dilaksanakan dengan kesadaran penuh.
d. Bisa atau mampu
Mampu di sini diartikan mampu secara fisik dan keuangan. Karena berangkat haji membutuhkan biaya yang besar. Uang yang didapatkan pun bukan dari hasil berhutang.

Rukun Haji

Rukun haji merupakan serangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan ibadah haji. Apabila salah satu rukun haji tidak dikerjakan maka hajinya tidak sah. Yang termasuk rukun haji adalah sebagai berikut:

a. Ihram
Ihram yaitu, berniat mengerjakan ibadah haji dengan cara memakai pakaian ihram di miqat. Ihram adalah amalan haji yang pertama. Ihram ini merupakan tanda kita mensucikan dan membersihkan diri dari dosa. Pakaian ihram menggambarkan persamaan, tidak ada lagi perbedaan suku, ras, dan bangsa.

b. Wukuf di Arafah
Wukuf artinya berdiam diri untuk memperbanyak berzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, sampai terbit fajar. Tempat manusia muhasabah diri memikirkan tentang tujuan penciptaannya di muka bumi.

c. Tawaf Ifadah
Tawaf Ifadah yaitu mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali. Awalnya dimulai dari Hajar Aswad, dengan Kakbah berada di sebelah kiri dan berjalan kaki bagi yang mampu. Tawaf merupakan bentuk kerinduan seorang hamba kepada Allah Swt. Disunahkan untuk membaca kalimat talbiah, yaitu:

Labbaykallahumma labbayk, labbayka la syarika laka labbayk. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk. La syarika lak.

Artinya: "Saya menyambut panggilan-Mu wahai Allah, saya menyambut. Saya menyambut panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, saya menyambut panggilanmu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan serta kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu".

d. Sai
Sai adalah berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 kali. Sai mengajarkan manusia untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh dalam mencari rejeki Allah. Rejeki yang halal yang akan mendatangkan rida Allah. Dengan rejeki yang kita miliki akan memudahkan kita melakukan ibadah kepada Allah.

e. Tahalul
Setelah melaksanakan sai, jamaah haji bertahalul, yaitu memotong atau mencukur rambut. Pelaksanaannya dengan cara memotong rambut paling sedikit tiga helai. Tahalul merupakan wujud membersihkan semua kotoran yang ada di kepala.

e. Tertib
Tertib yaitu pelaksanaan seluruh rukun haji sesuai dengan urutan yang sesuai.

Wajib Haji

Wajib haji merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan ibadah haji untuk melengkapi rukun haji. Wajib haji ini apabila tidak dikerjakan maka hajinya tetap sah tetapi harus membayar dam (denda). Adapun yang termasuk wajib haji adalah:

  • a. Berihram dari mikat
    Mikat adalah batas tempat atau waktu bagi seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji atau umrah untuk memulai ihramnya, seperti mulai berihram dari Bukit Yalamlam bagi jemaah yang datang dari Indonesia. Mikat dibagi menjadi 2 macam, yaitu mikat zamani dan mikat makani. Mikat zamani adalah waktu berniat yang dilakukan pada bulan haji. Sedangkan mikat makani adalah tempat untuk memulai ihram.
  • b. Mabit atau bermalam di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah (perjalanan dari Arafah ke Mina). Jemaah Haji melaksanakan salat magrib dijamak dan salat 'isya dengan satu kali azan dan iqamah di Muzdalifah, mereka bermalam lagi.
  • c. Melontar Jamrah Aqabah tanggal 10 Zulhijah.
    Melontar/melempar jamrah dilakukan dengan cara melempar kerikil sebanyak tujuh butir secara berturut-turut, sambil berucap, "Allahu Akbar. Allahummaj'alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)". Kerikil yang dilempar harus mengenai tugu dan masuk ke dalam jurang besar tempat jamrah. Ini dilakukan sebagai simbol melempar setan yang menggoda manusia.
  • d. Mabit di Mina pada Hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah) hukumnya sunah. Bermalam di Mina semalam penuh, dilakukan mulai sore hari sampai terbitnya fajar, dan boleh juga dilakukan dengan bermalam paling sedikit 2/3 malam.
  • e. Melontar jamrah ula, wusta dan aqabah pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah). Melontar jumrah merupakan melempar batu pada sebuah tempat yang diyakini untuk memperingati saat setan menggoda Nabi Ibrahim agar tidak menyembelih putranya, Nabi Ismail dalam melaksanakan perintah Allah SWT.
  • f. Tawaf wada', yaitu melakukan tawaf perpisahan pada saat akan meninggalkan kota Makkah. Thawaf wada' merupakan tugas terakhir dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah umrah di Tanah Suci.
  • g. Meninggalkan perbuatan yang dilarang pada waktu ihram. Ada denda yang akan didapatkan oleh jemaah haji jika melanggar larangan yang telah ditetapkan. Denda yang didapatkan bergantung pada larangan apa yang dilanggar.

Hikmah Pelaksanaan Ibadah Haji

Pelaksanaan ibadah haji mengandung banyak hikmah besar dalam kehidupan seorang muslim. Beberapa hikmah pelaksanaan haji adalah:

a. Menjadikan hati ikhlas dan pemurah bagi sesama kaum muslimin
b. Ibadah haji menjadikan kita kembali ke fitrah
c. Menumbuhkan jiwa pengorbanan
d. Meningkatkan semangat ibadah yang sempurna
e. Membangun persaudaraan islamiyah dunia

Posting Komentar