Mempersiapkan Puasa Ramadhan

Daftar Isi

MEMPERSIAPKAN PUASA RAMADHAN

Teman-teman, tahukah kalian puasa itu termasuk rukun Islam yang ke berapa? Ya benar, puasa merupakan rukun Islam ketiga. Menurut bahasa puasa berarti menahan. Sedangkan menurut istilah puasa berarti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah Swt.

Puasa Ramadan termasuk puasa wajib. Hal ini seperti yang Allah firmankan dalam Al-Qur'an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. al-Baqarah/2:183).
Doa Menyambut Ramadan

Ketika sudah memasuki bulan Rajab, salah satu amalan para ulama adalah membaca doa meminta keberkahan:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
(Alloohumma baariklanaa fii rojaba wa sya’baana waballighnaa romadloon)
Artinya: "Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan."
Syarat dan Rukun Puasa

Syarat Puasa:

  • Syarat Wajib: Baligh, Islam, Berakal, dan Mampu.
  • Syarat Sah: Beragama Islam, Tamyiz, Suci dari haid/nifas, dan dilakukan pada waktu yang dibolehkan.

Rukun Puasa:

1. Niat: Harus dilakukan sebelum terbit fajar.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'āla.”

2. Menahan Diri: Wajib bagi kita untuk menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Menahan diri mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Amalan yang Dianjurkan
  • Mengerjakan Shalat Tarawih (Qiyamu Ramadhan).
  • Mengakhirkan makan sahur.
  • Menyegerakan berbuka sebelum shalat Maghrib (ta‘jil).
  • Memperbanyak sedekah & membaca Al-Qur'an.
  • Iktikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Doa Berbuka Puasa:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Swt.” (HR. Abu Dawud).
Keringanan dan Larangan

Orang yang diberi keringanan (dispensasi) untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadla) di luar bulan Ramadhan yaitu orang yang sakit biasa dan Musafir.

Sedangkan orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan Fidyah (0,6 kg makanan pokok) yaitu: Lansia, sakit menahun, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Masalah Orang yang Lupa: Orang yang makan atau minum karena lupa tidaklah batal puasanya dan harus meneruskan puasanya tanpa sanksi apapun.

Hal-hal yang Harus Dijauhi Selama Berpuasa

  • Pertama: Berkata atau melakukan hal-hal yang tidak sesuai ajaran Islam (berbohong, memfitnah, menipu, berkata kotor, mencaci maki, berkelahi).
  • Kedua: Berkumur atau istinsyaq (memasukkan air ke hidung) secara berlebihan.
  • Ketiga: Mencium istri di siang hari, jika tidak mampu menahan syahwat.

Posting Komentar